Archive for May, 2007

Asumsi Dasar Kapitalisme

Thursday, May 31st, 2007

Tantangan demi tantangan menerjang segala aspek kehidupan…modernitas yang identik dengan globalisasi dan industrialisasi seharusnya menjadi spirit dan motivasi untuk mengambil potensi-potensi yang ada didalamnya…dan tentunya bukan malah menjadi penghambat dan keluhan dalam mengambil sikap dengan perubahan yang akan terus terjadi.
Kita dituntut untuk lebih bijak dan cermat dalam menyikapi perubahan-peruabahan yang berorientasi pada kapitalisme global…sejak runtuhnya komunis-sosialis di Uni Sovyet…dalam setiap sektor kehidupan logika dan budaya kapitalisme hadir  menyusup kedalam setiap  aktivitas.  Baik disadari ataupun tidak…sikap kritik terhadap kapitalisme seakan semakin membuat kapitalisme membumi dan membudaya…ke arah peradaban manakah kita akan dibawa oleh budaya kapitalisme? akanakah idealisme ini merupakan final sejarah manusia atau hanya menjadi alternative terakhir bagi peradaban manusia?
Menurut Ayn Rand dalam Capitalisme…ada 3 asumsi pokok yang mendasari kapitalisme…yaitu: kebebasan individu, kepentingan diri dan pasar bebas.
Kebebasan individu seakan membuat individu sebagai sesuatu yang bebas memilih dan menentukan proses keberlangsungan hidupnya…Oleh karena itu hal2 diluar kepentingan dirinya akan dikesampingkan dan tidak memikirkan kesejahteraan orang 2 sekitarnya…yang diutamakan adalah kesejahteraan dirinya saja. Menurut Rand, manusia hidup pertama-tama untuk dirinya sendiri, bukan untuk kesejahteraan orang lain. Radn menolak keras kolektivisme, altruisme, mistisisme. Konsep pasar bebas Rand merupakan aplikasi sosial dan pandangan epistemologisnya yang natural mekanistik. Terpengaruh oleh gagasan "the invisible hand" dari Smith, pasar bebas dilihat oleh rand sebagai proses yang senantiasa berkembang dan selalu menuntut yang terbaik atau paling rasional. Smith perbah berkata "…free marker forces is allowed to balance equtably the distribution of wealth". (Robert Lerner, 1988).

HH And Me…
Learn abouT Kapitalisme…
abe_learn…my office 12.20.pm friday

Thursday, May 31st, 2007

"diam" bukan berarti aku "tak mampu"463555871m

"gerak" bukan berarti aku "melawan"

"aksi" bukan berarti aku "berontak"

"sakit" bukan berarti aku "lemah"

"mati" bukan berarti aku "kalah"

Hitam merona dalam gelap…

Coba singkirkan asa dibalik keterbatasan…

Melantunkan nada-nada minor kematian…

Dipenghujung selembar kain kafan…

Indah, sepi, risau menyatu dalam kesunyian…

Kesunyian yang tak pernah terbayangkan…

dan bukan sebuah harapan…


abe_withfeel…
30 Januari 2007 FIC 09.00 am
my_office

Anti Rasial

Monday, May 28th, 2007

To de points aza ney…gw ga suka ma hal2 yg berbau diskriminatif….yg terkesan rasial…anti penindasan….dan sodara2 sekatanya yg laen….fuck in trendy….
emang seh….ada beberapa sebab adanya sensitif ke hal2 yang berbau rasial….diantranya….
1. Pak Eko alias Ekonomi….
Pada masa homo sapiens…manusia berebut kekuasaan dan sumber daya yang ada…tapi hal ini bukan semenjak masa homo sapiens aza…tapi dari waktu ke waktu akan selalu ada yg namanya "perebutan sumber daya…"hal ini tentunya ngebuat jurang2 kebencian timbul antar kelompok satu dengan yang laen….hingga timbul persaingan…dan tentunya seperti hukum alam…ada yang menang dan ada yang kalah….dan kebanyakan yang menang secara sistem yang ada ngebuat kuat adanya diskriminasi terhadap yang kalah biar ga terjadi peralihan kekuasaan….emang dimana2 kekuasaan jadi perebutan….soalnya kalo ga berkuasa bukan hanya ga hidup….tapi belum hidupp sempurna sampai yang kalah bener2 kalah…sampai yang jatohh dibikin jatohhh….fuck in trendy!!!!
2. Para Tikus alias Politikus….
umumnya…semua diktator yang ada sekarang bakalan ningkatin keangkuhan ras untuk mempertahankan kepemimpinan dan posisinya…so para tikus yang ga bersih alias kebanyakan makan uang rakyat…lebih condong gampang mengorbankan rakyat kecil demi sosok kamapanan posisinya….hal itu "hampir" menjadi tradisi dan budaya di negara2 berkembang….yah mau ga mau…tentu beberapa suara minoritas bakal ga didengerin ampe 7 turunan kalo iya para politikus atao pemimpinnya seperti yang tertera diatas….WARNING!!!
3. Susi dan Buya (Sosial dan Budaya)
prasangka ras timbul akibat perbedaan budaya…perbedaan sosialpun sebagai indikator kuatnya rasial dan diskriminasi terhadap kelompok budaya dan sosial laen yang lemah….yang ironis…orang2 timur misalnya….tak mau dipengaruhi…hal2 yang berbau barat atau laen hal sebagainya….emang sey…sebagian org ga setuju…tapi kalo ditanya kenapa…jawaban yang ada malah terkesan subyektif banget…."cuma gara2 soal barat dan timur…" lalu setiap budaya laen dianggap katro…diremehkan,,dihina,,bahkan dibenci… padahal manusia yang berani berubah adalah yang berani meninggalkan tradisi yang dianggap mapan…yang ternyata kemapanan itu merupakan batas keberhasilan yang mereka anggap sebagai keberhasilan…padahal kalo kita mau dihargai…hargai dulu orang laen beserta  kroni2nya….Fuck in asK??
4. Pesik (atao psikologi…)
dalam sikap atau perilaku yang menuhankan superioritas jasmani rohani suatu ras….ada  beberapa hal yang susah dijelasin ,,,yaitu relasi  politik dan kultural….emang agak sulit..bedain perbedaan kepentingan yang ada di politik dan kultur…so….fuck in confused!!!
5. Institusi Moral (Idealnya dibilang…agama)
ini nih…satu2nya hal yang ngebuat kebencian antar ras makin kentel kaya susu bendera….walaupun hakekat agama mangajarkan saling pengertian…kasih sayang…toleransi dan kebersamaan…tapi pada nyatanya agama malah bikin hal keruh tambah keruh…yang hitam tambah hitam….banyak deh contoh kasusnya,….so GW PALING BENCI PERANG ATAS NAMA AGAMA!!!!!

See U Next Time….
abe_Choice….office 17.20 WIB

aLL abOuT BoreD…

Monday, May 21st, 2007

kalau kita dah sharian didepan komputer….24 jam lebih didepan world of windows….kenapa jd ngantuk yah….online dari jam 5 sore…sekarang dah jam 3 lebih lima puagi….c spasi d…so cape deh….
10 atau 15 menit lagi gw dah ada dialam yang banyak orang bilang bunganya tidur…tapi percaya ga percaya gw dah ngantuk berat…so ngisi juga agak ngasal…tapi satu yang pasti…sebisa mungkin harus ada manfaatnya…entah buat kucing or laennya….
dalam lelah…seharian mencari hasil buatan manusia yang bisa menguasai pembuatnya sendiri (manusia) yang kalo ga banyak basa-basi…nyari uang….ampe mata sayu…seyap…dan patah-patah…gila kaya goyang artis dunk-dat aza….tp ga papalah….dangdut juga hasil budaya manusia…budaya lokal yang mesti kita hargai dan hormati apa adanya….so…jangan pernah ngenilai "satu sisi cuma dari satu sisi…."
abe_ngantuk bgt….
03:10 my office….

Aku, Saya, dan Kita

Saturday, May 19th, 2007

Hidup…dengan segala pesona yang ada didalamnya…

Hidup…dengan sejuta mimpi dalam jiwanya…

Hidup…dengan setumpuk asa dalam tuntutannya…

Hidup…dengan segala kerisauan dan kehampaannya…

Pernahkah terlintas dalam benak dan jiwa kita…bahwa kita akan selalu menjadi diri kita yang lain…dimana antara satu, dua, dan tiga, bahkan sampai tak terhitung…kita bertemu berbagai sikap, dan karakter yang sama sekali kita belum kenal…kita belum rasa…dan kita belum paham arah dan tujuannya…

Mungkin…bagi beberapa orang…menganggap ini hal biasa…ini wajar…TAPI…bagi sebagian yang lain…ini luar biasa…anugerah dari Sang Pencipta…yang sekali lagi menyakinkan kita akan pentingnya arti sebuah perubahan…mau ga mau…kita dituntut menerima perubahan yang begitu mendesak dan memojokkan kita dalam ruang penuh hitam…ruang dimana kita tidak tahu dan tidak mengenal diri kita seutuhnya…

Kekosongan dan kehampaan yang ada merupakan proses yang akan selalu menemani kehidupan kita…baik disadari ataupun tidak…ini merupakan proses dimana kita dituntut untuk bisa menjadi diri kita yang lain…diri kita yang berbeda dari biasa…

Helaan nafas sedikit panjang menemaniku dalam kekosongan yang penuh akan tanda tanya…penuh akan tanya…tetapi sunyi akan jawab…

Kuambil biola tapi kumainkan gitar…sedikit kearah kiri…kita mesti keluar dari mainstream kehidupan…dimana ini merupakan esensi kehidupan…kearah yang lebih baik…

Hanya aku, saya, dan kita yang tahu..kemana kita akan melangkah seiring derasnya perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial kita…

Abe…Just Mine..

00.30 am…my office… 

Hidup & Panggung Kehidupan

Wednesday, May 9th, 2007

"Bener ga sey…hidup itu bisa dibilang sandiwara? Dimana tempat pijakan kita itu merupakan sebuah panggung yang memberikan arti dan multipersepsi menurut objeknya masing2…"

Kalau didilihat dari satu sisi..hidup bisa dibilang sebuah sandiwara..tapi dari sisi yang lain mungkin akan banyak lagi persepsi…tergantung dari mana kita ngeliat dan memberi makna arti kehidupan buat kita…buat orang2 disekitar kita..dan tentunya buat semua mahluk yang namanya manusia…

Hidup, dengan segala arti dan konsekuensinya,, pasti mempunyai akhir dari kata  hidup itu sendiri…akhir yang konon merupakan puncak segala kenikmatan, dan kejayaan manusia dititik keabadiannya, tapi apakah kita yakin akhir itu ada?…sebuah tempat dan waktu yang sama sekali kita tidak tahu keberadaannya..

Langsung aza deh…awalnya konon kita tercipta dari sebuah tanah, entah berat jenisnya pake satuan apa,,yang pasti kita dilahirkan dari rahim seorang perempuan, atau dari seorang Ibu…yang ketika melahirkan kita ditandai dengan tangisan kita…tapi anehnya orang2 disekililing kita tersenyum menyambut tangisan kita…, mungkin kalo kita sudah bisa berpikir dan ngomong, kita pasti nanya, kenapa orang2 disekeliling kita tersenyum ketika kita dilahirkan…tangisan kebahagiaan dan merupakan awal sandiwara hidup dimulai…

Yang Kedua, ketika kita mulai beranjak dewasa…semakin kita mengerti akan sesuatu…semakin kita akan banyak mengenal sebuah kesulitan dan kompleksitas masalah kehidupan,,,sengaja atau ngga, sadar ga sadar kita pasti menghadapi permasalahannya masing2 dan dituntut untuk menyelesaikannya..baik ada dan tanpa bantuan dari orang lain,,sudah barang tentu subjek dan objek dari masalah yang dihadapi pasti berbeda-beda…(soalnya kalo lurus,,namanya bukan hidup kali ya…), mulai dari masalah pribadi, keluarga, hubungan, bahkan finance mungkin,,tetapi kita tetep dituntut untuk bisa ngadepin semua masalah kehidupan kita…cobaan, proses menuju kedewasaan, atau sandiwara kehidupankah?

Yang ketiga, ketika kita berada dipuncak keadaan,, kita bisa ambil apa aza yang kita mau…dengan kekuatan dan kekuasaan yang kita miliki,,,ketika kita dituntut untuk bisa memenuhi iming2 kenikmatan dunia…ketika kita lagi enjoy2nya narik oksigen,,,dengerin musik detak jantung yang agak ngejazz..dimana kita baru merasakan arti dan nikmatnya hidup didunia…akan tetapi tiba2 sang pencabut nyawa…datang menyambut kita…melepaskan semua kebahagiaan dan kenikmatan yang sedang menghampiri kita…kontrak hidup kita dicabut oleh Tuhan…ataupun bahkan dialami oleh orang2 disekililing kita, ataupun orang2 yang kita sayangi dan cintai…kematian disela kenikmatan…walaupun sebagian dari kita tahu…bahwa dunia merupakan kehidupan maya yang bersifat sementara…tapi bener ga sey…bisa ga sey…kita bisa menyikapi dengan hati nurani kita…jalan menuju syurga dan merupakan akhir dari sandiwara Tuhan…

Awalnya tangisan kita disambut dengan senyuman,  kedewasaan kita disambut  dengan permasalahan, kebahagiaan dan kenikmatan kita didunia disambut kematian…sandiwara duniakah?

Tapi siapa dibalik semua fase kehidupan yang penuh teka-teki dan keanehannya ini…??Tuhankah?Manusiakah?atau Syetankah?

abe_just ngasal…
my_office 16.30 WIB   

apaan ya…

Wednesday, May 9th, 2007

Cipta Rasa

 

dalam guratan senja

tumpukan batu bata yang memutih

ibarat si tua renta yang rebah di pangkuan tanah

 

begitu gelisah para jamaah

saat adzan menggelitik ruang hampa

terkubur desah waktu diam

 

mantra-mantra khutbah

terdengar bagai gerisik daun kering

jatuh di dada rimba raya

 

deretan peminta-minta

berdzikir di tengah terik mentari

menebar kemenyan berasap nyeri

 

Topeng

 

tak perlu kucari topeng Panji, saat ini

Cirebon riuh dengan dengkur para abdi

menelusuri jejak mimpi

barangkali,..bisa kembali!

 

tak perlu kucari topeng Celuluk,

berkali-kali Bali dihunus nyeri, mencekam…

tanah berdarah menyebarkan bau amis

barangkali, …tak ada lagi tragedi!!

 

tak perlu kucari topeng Kedok Togog, sejak kali

Indramayu menjelma pusara di mana malam gentayangan

terjerat seutas nafas yang membeku

barangkali,….hidup hanyalah teka-teki!?

 

tak perlu kucari Reyog jauh ke Ponorogo

wajah durja mengukir api dalam nurani yang terlelap,
ternina bobo!

 

tak perlu kucari Ondel-Ondel khas Betawi

setiap jengkal negeri ini berlumut duka yang terkesan
cahaya…

 

tak perlu kucari Barongsay, Berok, Barong, Burok…

semua mata menukik tajam, penuh darah….!?

 

 

Lorong

 

lorong itu mencibir

bayangan wajahmu yang mengelupas

terus meneteskan resah dalam kepengapan

seperti kelelawar yang menabrak dinding yang terdiam

atau tikus yang menelusuri rel kereta tua penuh karat

membunyikan kebimbangan yang memapah cinta

dalam sampan yang terus berlayar, terdampar, entah

di jurang mana

 

rambut yang memutih

menahan gerimis kesakitan

berdua duduk di bangku penuh lumpur

hanya angin yang terus mendorong hasrat rindu

bagai tarhim di pekat malam, semua samar

dalam bait-bait panjang yang bisu

aku akan jaga cinta

dengan doa

 

harapan

 

kutelan bara

kubiarkan melahap prasangka

hanya keyakinan yang bersemayam

lalu, masihkah Engkau ragu

setelah semua menjadi abu

 

kuraih api

dan kutempatkan dia dalam hati

pada siapa ku mengadu

telah kubakar selain diri Mu

 

kuhirup embun

yang menyesakan rongga

demi kesejukan yang kudamba

biarkan hamba membeku di pelukan Mu 

 

 

Korban Mapeka

 

bismillah

mengeja kehidupan
dengan gerimis pagi

ketika doa diseduh
darah pahit

yang mengalir dari
rahim yang sunyi

 

alhamdulillah

terlihat ibarat
cahaya

bayanganmu ada
dalam jemari Ilahi

melambai pada
setiap orang dengan cinta

 

la ilaaha illa
Allah

tak terbaca
sebelumnya

bahwa dalam
lembaran lauh mahfudz

akan ada rasa
nyeri dalam hati

 

la haula wa la
quwwata

tiada daya menahan
nyeri jiwa

jasad yang
hancur oleh nafsu angkara

dijerumuskan ke
dalam pekat pusara

 

inna lillahi wa
innaa ilaihi raajiun

air mata yang
membuat sengsara

menggarami luka
yang menggangga

seorang mahasiswa
diterkam seniornya

 

 

Musi

 

kali pertama

kulekatkan mata di Musi

jiwaku perlahan mengayuh ingatan

rumah kayu, tangga rapuh, jalan licin, tiang-tiang
kecil,

dan tubuh renta yang menanti riak berbisik

 

ku coba kembali

menembus berlapis cahaya

Sriwijaya yang pernah jaya

menyurut disapu kabut yang turun

di Kampung
Kapiten, Kampung Arab,

dan Masjid
muara yang sekarang berduka

 

 

ku renungkan semua

saat kegelepan membentang di Kesultanan Palembang
Darussalam

bagai sungai
yang terkulai; Situs bukit, Siguntang, Sabo Kingking, Ogan,

Telaga Batu,
situs kambang Guci,

mendesir sunyi

 

Cipanas

 

setiap ujung rambutmu menari

satu persatu membentangkan cahaya

bagai bidadari turun tuk mandi

terlihat dari celah rerumputan yang basah 

 

peluhmu mengairi sawah kerinduan

sekian lama dalam retak bebatuan

bagai tetes air yang meninggalkan samudra

kembali tuk tiram yang tumbuh menjadi mutiara

 

jemarimu menelusuri bayangan

semua hasrat telah dinyalakan

bagai biji kenari yang disemai api

terasa renyah tuk sarapan pagi

Closet

 

tiap pagi

hampir setiap hari

kududuki singasanamu

yang termenung

sepanjang awan cerah

berubah mendung

 

setiap hari

kadang berkali-kali

kututupi gerbangmu

yang menghadap langit

dengan kulit hitam

yang tersenyum pahit

 

berkali-kali

kadang harus antri

ku berdiri menunggu giliran

tuk kembali menghujanimu

dengan gerimis kuning

serta longsor yang mengering

 

 

 

 

 

 

 

 

Deklarasi Kyoto

Tuesday, May 8th, 2007

Deklarasi Kyoto

Menentang Kekerasan dan Memperjuangkan Rasa Aman Bersama Pertemuan se-Dunia ke-Delapan Religions for Peace Agustus 2006

…Malangnya, agama memainkan peran secara mencolok dalam konflik-konflik yang paling bandel dan paling kejam di seluruh dunia. Agama telah dibajak oleh para ektremis, dan sangat sering oleh para politisi  dan mass-media.
Para ektremis menggunakan agama untuk mendorong kekerasan  dan kebencian  serta mendorong konflik  sektarian yang bertentangan dengan keyakinan kita  yang paling dalam . Kaum beragama perlu untuk mengenali alasan-alasan mengapa agama dibajak, seperti manipulasi dan penyalahgunaan pokok-pokok keyakinan keagamaan mereka. Para politisi sering memanipulasi dan memanfaatkan pebedaan-perbedaan sektarian guna kepentingan mereka sendiri, sering menyeret agama ke dalam pertentangan sosial, ekonomi dan politik.
Mass-media juga menyumbang pengambinghitaman agama-agama dalam situasi konflik melalui pemberitaan yang tidak layak. Mereka juga dengan mudah menengarai pihak-pihak yang berkonflik dengan label agama dan menampilkan agama sebagai sumber konflik tanpa melaporkan keragaman dalam tradisi keagamaan dan pelbagai cara yang dilakukan oleh komunitas agama-agama dalam menentang kekerasan dan memperjuangkan perdamaian…

Kyoto, Jepang
29 Agustus 2006
(MaJEMUK;52)