Blazar KeIslaman…

mencoba memaparkan apa yang saya dapat tadi pagi….

disadari
atau tidak, negara kita menyimpan banyak persoalan pelik, korupsi,
kemiskinan struktural, disorientasi nilai moral, dan benturan
kapitalisme yang ditunggangi globalisasi menerjang segala aspek
kehidupan, termasuk agama. Negara, semestinya dapat memberikan sedikit
pemecahan dalam mengatasi ketimpangan-ketimpangan yang terjadi, akan
tetapi dalam tataran praktis negara tidak mampu memberikan sedikit
solusi untuk memecahkan masalah2 kemiskinan rakyatnya. hal ini karena
negara dipenuhi oleh elit politik yang kurang bertanggungjawab dan
banyak mengutamakan kepentingan pribadi/kelompoknya. Hal ini pun
terjadi thp beberapa ormas Islam yang seharusnya dapat memberikan
solusi alternative atas keterpurukan ummat dalam kehidupan ekonomi dan
sosialnya. Beberapa ormas islam menyatakan pentingnya formalisasi
syariat dalam sistem negara guna menyelesaikan beberapa persoalan
ummat. akan tetapi pertanyaannya adalah benarkah dengan
meformalisasikan syariat dapat menyelesaikan persoalan-persoalan umat
secara riil dan tuntas??? saya pikir tidak semudah itu, apalagi kalau
melihat negara kita merupakan negara majemuk yang penuh akan kekayaan
ras, suku, bahasa, agama bahkan budaya. Bagaimana nasib umat lain yang
non-muslim ketika formalisasi syariat benar2 di setujui oleh negara
sebagai pengambil kebijakan pada khususnya dan masyarakat awam pada
umumnya yang tidak benar2 memahami konteks dampak kepentingan dalam
formalisasi syariat Islam ini? Umat non-muslim tentunya akan mengalami
diskriminasi dalam kehidupan ekonomi, sosial bahkan mungkin politik,
dan yang paling mengharukan hak2 hidup dasar mereka tidak terpenuhi
secara utuh. Bukankah Islam merupakan agama yang rahmatan’ lil alamin,
yang secara tegas mengindikasikan secara umum bahwa Islam turun untuk
rahmat sekalian alam???bukan untuk kelompok tertentu saja?

abe_learn

Leave a Reply