Archive for July, 2008

Kemiskinan?

Tuesday, July 1st, 2008

Kemiskinan
adalah suatu penyakit sosial ekonomi yang tidak hanya dialami oleh
negara negara sedang berkembang seperti Indonesia, tetapi juga
dinegara-negara maju. Terdapat dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan
bisa terjadi, yakni kemiskinan alamiah dan buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam.

Sedangkan Kemiskinan buatan terjadi
karena lembaga-lembaga (Instansi Pemerintah) atau Lembaga yang ada di
masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai
sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain.

Nah,
shabat-sahabat bisa menilai sendiri, apakah kemiskinan di
Indonesia bersifat alamiah, ataukah kemiskinan karena ketidakmampuan
Pemerintah yang tidak mampu mengelola sumberdaya alam yang kaya raya
ini ?

Berbagai
persoalan kemiskinan, memang menarik untuk disimak dari berbagai aspek
sosial, ekonomi, psikologi dan politik. Aspek sosial terutama akibat
terbatasnya interaksi sosial dan penguasaan informasi. Aspek ekonomi
akan tampak pada terbatasnya pemilikan alat produksi, upah kecil, daya
beli rendah, tabungan nihil, dan lemah mengantisipasi peluang serta
lainnya.
Dari aspek psikologi terutama akibat rasa rendah diri, fatalisme, malas dan rasa terisolir. Sedangkan
dari aspek politik berkaitan dengan kecilnya akses terhadap berbagai
fasilitas dan kesempatan, diskiminasi, posisi lemah dalam proses
pengambil keputusan.

Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian yaitu;  Kemiskinan
absolut,
 Kemiskinan relatif dan  Kemiskinan kultural.

Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila
hasil pendapatannya berada dibawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan hidup minimum, pangan, sandang, kesehatan, papan dan
pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup diatas garis kemiskinan namun masih berada dibawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedangkan miskin kultural berkaitan
erat dengan sikap seseorang atau kelompok masyarakat yang tidak mampu
untuk memperbaiki tingkat kehidupannya atau yang tidak mau berusaha
memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain
yang membantunya.

Lebih lanjut, garis kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kemampuan masyarakat untuk
dapat memenuhi kebutuhan minimum. Melalui pendekatan sosial masih sulit
mengukur garis kemiskinan masyarakat, tetapi dari indikator ekonomi
secara teoritis dapat dihitung dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu
pendekatan produksi, pendekatan pendapatan dan pendekatan pengeluaran.

Teori
ekonomi mengatakan bahwa untuk memutuskan mata rantai lingkaran
kemiskinan dapat dilakukan peningkatan ketrampilan sumber daya manusia,
penambahan modal investasi dan mengembangkan teknologi. Melalui
berbagai suntikan maka diharapkan produktifitas akan meningkat,
walaupun dalam prakteknya persoalan tersebut tidak mudah dilakukan.